Aturan Baru Formula 1 Mengenai Penggunaan Bahan Bakar Berkelanjutan
Aturan anyar dalam ajang jet darat Formula 1 (F1) kini mewajibkan penggunaan bahan bakar (BBM) berkelanjutan, yang dikenal sebagai advanced sustainable fuels. Seperti yang dilansir oleh Bisnis.com, terdapat lima perusahaan minyak raksasa yang menjadi pemasok untuk 11 tim yang akan bertanding.
Komitmen F1 Menuju Net Zero 2030
BBM berkelanjutan merupakan salah satu bentuk komitmen F1 dalam mencapai target net zero pada tahun 2030. Federasi Automobil Internasional (FIA) telah menetapkan standar bahan bakar dengan Komponen Berkelanjutan Tingkat Lanjut (ASCs) sekitar dua tahun yang lalu. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa BBM yang digunakan berasal dari biomassa nonpangan, menggunakan teknologi carbon capture, serta memenuhi ambang batas emisi gas rumah kaca yang ketat.
Raksasa migas yang tertarik untuk menjadi sponsor dan memasok BBM untuk tim-tim F1 harus menyiapkan anggaran besar untuk riset dan pengembangan jauh sebelumnya. Dalam hal ini, perusahaan seperti Shell dan Petronas telah mempersiapkan BBM sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh FIA, karena keduanya telah menjadi pemasok untuk tim F1 sejak lama.
Pemasok BBM untuk Berbagai Tim
Shell, sebagai salah satu contoh, akan memasok tim dengan mesin besutan Ferrari seperti tim pabrikan Scuderia Ferrari HP, TGR Haas F1 Team, dan tim baru, Cadillac Formula 1 Team. Sementara itu, Petronas menjadi pemasok terbanyak dengan meminyaki tim-tim yang menggunakan power unit Mercedes, seperti Mercedes-AMG Petronas Formula One Team, BWT Alpine Formula One Team, Atlassian Williams F1 Team, dan juara bertahan, McLaren Mastercard F1 Team.
Keluarga besar tim Red Bull yang pada musim ini akan menggunakan mesin Red Bull Ford, termasuk Oracle Red Bull Racing dan Visa Cash App Racing Bulls Formula One Team, akan dipasok oleh ExxonMobil. BP bersama Castrol akan bekerja sama dengan Audi Revolut F1 Team yang memiliki power unit sendiri dari pabrikan Audi. Sementara itu, raksasa minyak Saudi Aramco secara khusus akan memasok tim yang disponsori, yaitu Aston Martin Aramco Formula One Team yang akan menggunakan mesin Honda mulai musim ini.
Dengan adanya aturan baru mengenai penggunaan bahan bakar berkelanjutan, Formula 1 menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan lingkungan dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Para pemasok BBM pun harus terus berinovasi dan berinvestasi dalam riset untuk menghasilkan bahan bakar yang ramah lingkungan dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Prediksi Keberhasilan Implementasi Bahan Bakar Berkelanjutan
Dengan adopsi bahan bakar berkelanjutan di ajang Formula 1, banyak pihak memberikan prediksi terkait keberhasilan implementasi ini. Beberapa ahli lingkungan yakin bahwa langkah ini akan memberikan dampak positif yang signifikan dalam upaya melindungi lingkungan serta mengurangi jejak karbon. Dengan para pemasok minyak raksasa terlibat dalam menyediakan bahan bakar berkelanjutan, diharapkan teknologi ini dapat diterapkan secara luas dan membawa perubahan positif dalam industri bahan bakar fosil.
Dorongan Inovasi dalam Riset dan Pengembangan
Aturan baru mengenai bahan bakar berkelanjutan dalam Formula 1 juga memberikan dorongan besar bagi perusahaan-perusahaan minyak untuk terus berinovasi dalam riset dan pengembangan. Dengan menuntut standar yang ketat dalam hal komponen berkelanjutan tingkat lanjut, perusahaan harus terus mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Hal ini bisa menghasilkan terobosan baru dalam industri energi dan membuka peluang untuk penggunaan bahan bakar berkelanjutan di sektor lain.
Manfaat Jangka Panjang untuk Lingkungan
Implementasi bahan bakar berkelanjutan di Formula 1 juga memiliki manfaat jangka panjang yang signifikan bagi lingkungan. Dengan memperkenalkan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, F1 dapat menjadi pelopor dalam upaya global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mempercepat transisi ke energi bersih. Selain itu, peningkatan kesadaran akan pentingnya berinvestasi dalam teknologi hijau dapat membawa perubahan positif dalam sikap dan kebiasaan konsumen terhadap lingkungan.
Kesepakatan dan Kerjasama Antar Pemasok dan Tim
Aturan baru mengenai bahan bakar berkelanjutan ini juga memperkuat kerjasama antara pemasok bahan bakar dan tim-tim F1. Dengan persiapan yang matang dalam menyediakan bahan bakar sesuai standar, kerjasama yang baik antara pemasok dan tim dapat membawa hasil yang optimal dalam kompetisi. Tim-tim yang didukung oleh pemasok bahan bakar berkelanjutan juga dapat memiliki keunggulan kompetitif dalam hal kinerja mesin dan efisiensi energi.
Dengan berbagai prediksi, dorongan inovasi, manfaat jangka panjang, dan kerjasama yang kuat antara pemasok dan tim, implementasi bahan bakar berkelanjutan dalam Formula 1 memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif dalam industri otomotif dan perlombaan jet darat secara keseluruhan.


