OPINI: Piala Dunia 2026 Peluang Mendongkrak Daya Beli

Piala Dunia 2026: Antisipasi Dampak Ekonomi Positif bagi Indonesia

Pesta sepakbola paling bergengsi sejagad raya, Piala Dunia 2026, akan segera digelar pada pertengahan tahun ini tepatnya pada 11 Juni-19 Juli 2026 di tiga Negara yaitu Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Ajang ini akan berlangsung selama 39 hari dengan total 104 pertandingan, termasuk 72 partai penyisihan grup, 16 laga 32 besar, 8 partai 16 besar, dan 4 laga perempat final.

Seperti yang diketahui, LPP TVRI telah memperoleh lisensi hak siar FIFA World Cup 2026 yang akan menyiarkan seluruh pertandingan untuk wilayah Indonesia secara gratis, memberikan kabar baik bagi penggemar sepakbola Tanah Air. Namun, lebih dari sekadar ajang olahraga, Piala Dunia memiliki potensi sebagai mesin penggerak ekonomi global baru.

Dampak Ekonomi Piala Dunia 2026 di Berbagai Negara

Dengan adanya penambahan kuota peserta menjadi 48 Negara yang terbagi dalam 12 grup, jumlah pertandingan Piala Dunia 2026 diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi berbagai Negara, termasuk Indonesia. Berdasarkan data dari Country Cassette dan survei Nielsen 2022/2023, Indonesia memiliki basis penggemar sepakbola mencapai 165 juta, menjadikannya salah satu negara dengan penggemar sepakbola terbanyak di Dunia setelah Brazil dan Uruguay.

Potensi sebesar itu menjadi magnet yang dapat menggerakkan perekonomian di berbagai pelosok Nusantara melalui acara nonton bareng (nobar) yang dilaksanakan selama 39 hari. Dengan partisipasi pelaku usaha seperti UMKM, hotel, kafe, restoran, pengelola wisata, dan event organizer, Piala Dunia 2026 menjadi momen potensial untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Antisipasi Dampak Positif untuk Indonesia

Dengan adanya nobar gratis yang diselenggarakan oleh LPP TVRI, diprediksi berbagai organisasi kemasyarakatan, komunitas, perusahaan, bahkan tingkat keluarga akan berbondong-bondong ikut nobar. Selain itu, berbagai konsumsi seperti kopi, teh, snack, dan makanan ringan akan dijual selama nobar, meningkatkan perputaran uang di sektor makanan dan minuman.

Selain itu, UMKM yang memproduksi atribut atau souvenir Piala Dunia juga berpotensi mendapatkan keuntungan dari momentum ini. Pemerintah diharapkan dapat memberikan himbauan dan dukungan untuk membuat atmosfer nobar menjadi aman, nyaman, dan meriah.

Dengan memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026 dengan baik, diharapkan pertumbuhan ekonomi kuartal III/2026 dapat mencapai 5% atau lebih. Event ini tidak hanya akan menguntungkan tuan rumah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi Indonesia dan negara lain di Dunia. Piala Dunia bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga sebagai penggerak perekonomian global dan nasional.

Manfaat Ekonomi bagi Sektor Pariwisata

Piala Dunia 2026 tidak hanya berpotensi menggerakkan sektor ekonomi dalam negeri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pariwisata Indonesia. Dengan peningkatan minat masyarakat untuk menyaksikan pertandingan secara bersama-sama, sektor pariwisata di berbagai destinasi di Indonesia akan merasakan lonjakan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Berbagai destinasi wisata seperti Bali, Yogyakarta, Lombok, dan destinasi lainnya di Indonesia dapat memanfaatkan momen Piala Dunia untuk meningkatkan promosi pariwisata. Hotel, penginapan, dan restoran di sekitar tempat nobar juga akan mengalami peningkatan kunjungan, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Penyelenggaraan Event Pendukung

Selain nobar, berbagai event-event pendukung seperti pameran merchandise, lomba foto, dan berbagai kegiatan seru terkait Piala Dunia 2026 juga dapat diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia. Hal ini tidak hanya akan menciptakan kesempatan bisnis baru bagi pelaku industri kreatif lokal, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merasakan atmosfer Piala Dunia secara langsung.

Dengan adanya event-event pendukung yang diselenggarakan secara merata di berbagai kota, diharapkan minat masyarakat untuk turut serta dalam merayakan Piala Dunia akan semakin meningkat. Hal ini akan menciptakan buzz positif di masyarakat dan memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan dalam menyaksikan ajang olahraga terbesar di dunia.

Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Swasta

Untuk memastikan suksesnya antisipasi dampak positif Piala Dunia 2026 bagi Indonesia, diperlukan dukungan penuh dari pemerintah dan sektor swasta. Pemerintah dapat memberikan insentif dan kemudahan bagi pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam menyelenggarakan event-event terkait Piala Dunia, serta memastikan keamanan dan kenyamanan selama acara berlangsung.

Selain itu, sektor swasta juga diharapkan turut berperan aktif dalam mendukung berbagai kegiatan yang terkait dengan Piala Dunia, baik dalam hal sponsorship maupun penyediaan fasilitas pendukung. Dengan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, diharapkan efek positif Piala Dunia 2026 bagi perekonomian Indonesia dapat maksimal dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kesimpulan

Piala Dunia 2026 bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga merupakan kesempatan emas bagi Indonesia untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dan pariwisata dalam negeri. Dengan memanfaatkan momentum ini dengan baik, diharapkan Indonesia dapat merasakan dampak positif yang signifikan dalam berbagai sektor ekonomi dan pariwisata. Selain itu, event ini juga dapat memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan dalam menyambut momen bersejarah dalam dunia sepakbola internasional.