Real Madrid Pecat Xabi Alonso Setelah Kekalahan dari Barcelona
Madrid – Real Madrid resmi mengumumkan akhir kerja sama dengan pelatih asal Spanyol, Xabi Alonso. Keputusan ini membuat banyak pihak terkejut, terutama setelah masalah besar yang terjadi di ruang ganti El Real.
Pemecatan Xabi Alonso
Real Madrid mengumumkan telah mengakhiri kerja sama dengan pelatih muda asal Spanyol Xabi Alonso, Senin (12/1/2026) waktu setempat. Keputusan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Real Madrid kalah 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.
Dalam pernyataan resminya, Real Madrid menyebut bahwa Xabi Alonso mengundurkan diri dari posisi pelatih. Namun, klaim ini langsung dibantah oleh jurnalis senior asal Spanyol, Edu Aguirre.
Aguirre menyebut Alonso tak memiliki niat untuk mundur. Namun, setibanya di Valdebebas, eks pelatih Bayer Leverkusen itu diminta untuk mengundurkan diri. “Ini kejutan besar, saya tidak menyangka, dan Xabi Alonso juga tidak. Setelah pertandingan (lawan Barcelona), saya diberitahu bahwa tidak ada hal yang tidak biasa di pesawat,” ucap Edu Aguirre dilansir dari media Spanyol El Chiringuito.
Reaksi di Ruang Ganti
Aguirre menggambarkan situasi dalam sesi latihan Real Madrid tak ada yang berubah. Para pemain bahkan terkejut saat Real Madrid merilis pernyataan pemecatan Alonso. “Ruang ganti benar-benar terkejut, para pemain tidak menduga pemecatan Xabi Alonso dan tidak tahu siapa yang akan menggantikannya,” tuturnya.
Hanya berselang 10 hingga 20 menit setelah pernyataan pemecatan Alonso, Real Madrid mengumumkan bahwa Alvaro Arbeloa akan menjadi pelatih interim. Arbeloa dipromosikan dari tim muda El Real alias Real Madrid Castilla untuk mengisi peran pelatih sementara menggantikan Alonso.
Alasan Pemecatan
Meski mengejutkan, pemecatan Alonso sebenarnya sudah diramalkan jauh-jauh hari. Pasalnya, tekanan besar diterima pelatih 44 tahun itu gara-gara gaya kepelatihannya. Hubungan Alonso dengan beberapa pemain senior di tim Real Madrid dikabarkan tidak harmonis. Bahkan bintang Real Madrid Kylian Mbappe disebut telah kehilangan respek untuk sang pelatih.
“Keputusan Xabi untuk pensiun muncul di tengah meningkatnya rasa frustrasi atas kurangnya rasa hormat yang ditunjukkan oleh tim dan ruang ganti. Sang manajer terlibat perselisihan langsung dengan beberapa pemain, termasuk Vinicius Jr. dan Federico Valverde,” tulis pemberitaan Madrid Universal.
Analisis Keputusan Pemecatan
Pemecatan Xabi Alonso oleh Real Madrid setelah kekalahan dari Barcelona memunculkan berbagai spekulasi dan analisis dari para pengamat sepakbola. Salah satu faktor utama yang menjadi alasan di balik keputusan ini adalah kurangnya konsistensi dan performa tim di bawah arahan Alonso. Meskipun memiliki reputasi sebagai mantan pemain yang sukses, namun sebagai seorang pelatih, Alonso terlihat kesulitan untuk mengelola tim dengan efektif.
Selain itu, konflik internal antara Alonso dan beberapa pemain kunci Real Madrid juga menjadi faktor penentu. Ketegangan yang terjadi di ruang ganti dan kurangnya kemitraan antara pelatih dan skuadnya dapat menghambat kinerja tim secara keseluruhan. Hal ini membuat manajemen Real Madrid mengambil langkah tegas dalam memecat Alonso untuk menyelamatkan situasi yang semakin memanas.
Dampak Pemecatan Terhadap Real Madrid
Pemecatan Xabi Alonso berpotensi memberikan dampak yang signifikan bagi Real Madrid, baik dari segi performa tim maupun stabilitas internal klub. Proses adaptasi terhadap pelatih baru, Alvaro Arbeloa, akan membutuhkan waktu dan upaya ekstra bagi para pemain untuk beradaptasi dengan strategi dan gaya kepelatihan yang berbeda.
Selain itu, pemecatan seorang pelatih selalu memiliki risiko terhadap dinamika tim yang sudah terbentuk. Perubahan kepemimpinan di tengah musim dapat mengganggu fokus dan konsentrasi pemain, serta mempengaruhi performa mereka dalam kompetisi yang sedang berlangsung.
Manajemen Real Madrid akan dihadapkan pada tantangan besar untuk memastikan bahwa transisi ke pelatih baru berjalan lancar dan tidak mengganggu stabilitas tim secara keseluruhan. Kehadiran Arbeloa sebagai pelatih interim juga perlu mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak agar Real Madrid dapat kembali ke jalur kemenangan dan mengejar target mereka musim ini.
Kesimpulan
Dengan pemecatan Xabi Alonso, Real Madrid harus segera mencari solusi untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dan memperbaiki performa tim. Langkah-langkah strategis perlu diambil untuk memastikan bahwa keputusan ini tidak berdampak negatif dalam jangka panjang.
Diharapkan dengan adanya perubahan kepemimpinan, Real Madrid dapat kembali menemukan keseimbangan dan performa terbaik mereka untuk meraih kesuksesan di kompetisi-kompetisi yang akan datang. Semua pihak, termasuk para pemain, pelatih, dan manajemen, perlu bekerja sama secara solid demi meraih tujuan bersama dalam menghadapi tantangan yang ada.


